Sebuah Cerita Yang Terbuka
Hallo semua udah lama aku gak nulis ya hehe. Hari ini aku akan bercerita tentang sebuah perasaan yang akhirnya terbuka. Malam ini adalah malam yang sungguh membuatku terkejut, aku baru saja pulang dari Gereja tempat aku melayani. Saat pelayanan di Gereja aku memakai baju dari kado ulang tahun yang dia berikan kepadaku, dan seperti biasa donk aku minta temenku untuk fotoin aku supaya bisa kirim ke dia hahaha
Setelah pulang dari Gereja aku kirim deh fotonya via whatsapp , tidak menunggu lama dia langsung balas pesanku.
“ciee gimana suka bajunya”
“suka kok pas juga ternyata kalau aku pakai hehe”
“eh knp kok kamu ngechattnya kirim emot pakai masker segala?”
“enggak kok gak papa… kan lucu wkwkwkw”
“kok gak jelas sih wkwkwk kamu sakit ta”?
“enggak kok enggak sakit wkwkw knp salah ya” maaf
“hehehe enggak kok enggak salah, harusnya tuh aku yang minta maaf ke kamu”
Seketika itu juga aku terdiam melihat pesan yang dia kirim, apa ya maksudnya? Apakah dia pernah membuat kesalahan kepadaku?
Secara terbuka akhirnya dia bercerita kepadaku via whatsapp.
“kamu tau nggak knp dulu pas kamu kasih kado ultah ke aku setelah itu aku pergi?”
“eh iya knp ya?
“aku takut baper sama kamu yon, maaf aku balikan sama mantanku”
“oh iya aku ngerti kok, maaf aku lebih baik mundur dari pada aku harus maksain perasaanku yang salah”
“maaf ya yon”
Aku tidak menyesal pernah berjuang bagi dia, aku belajar banyak hal dari dia. Walaupun pada akhirnya kami hanya menjadi teman tetapi aku percaya Tuhan sudah menyediakan orang yang tepat bagiku. Terima kasih untuk setiap proses yang sudah kita lalui, jangan pernah menyerah dengan sakit hati biarlah yang baik akan tetap baik dan yang buruk menjadi pelajaran bagi kita.
Komentar
Posting Komentar